header-int

Jasmerah Romawi di Italia

Share
Posted : 15 Jun 2017
Nama Penulis:
Catatan perjalanan dakwah Guru PAI SMA YPK di Roma Italia
Isi Artikel:

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I
Dai Ambassador Cordofa 2017
Tidim LDNU
Guru PAI SMA YPK Bontang
Penulis Buku: 
Amroden Belbre; Perjalanan Dakwah 45 hari di Eropa
Fathul Khoir; Metode Mudah Memahami Ilmu Tajwid

Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kata itu mungkin tidak asing di telinga kita. Karena ini juga menjadi salah satu judul mata acara di sebuah stasiun televisi swasta di Indonesia.

Meminjam dari kata Bung Karno. Presiden pertama Republik Indonesia yang kharismatik. "Jasmerah" adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966.

Sejarah akan membuat kita bijaksana, berpikir dewasa, dan menghormati peradaban dan budaya. Termasuk sejarah tentang peradaban Romawi kuno yang telah banyak menyumbangkan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan. Arsitek bangunan yang super kokoh. Filsafat-filsafat Yunani yang juga tidak terlepas dari hubungannya yang dekat dengan Romawi. Warisan-warisan kebudayaan dan pemikirn yang menjadi peradaban.

Kemarin, minggu (11/6/17) saya menyaksikan kehebatan bangunan-bangunan Romawi Kuno yang sampai sekarang masih terpelihara kekokohannya. Bayangkan, pada zaman dulu, belum ada alat-alat berat super canggih seperti sekarang ini. Tetapi bangunannya menjulang tinggi lebar memanjang bertahan hingga ribuan tahun.

Mungkin kita tidak akan bisa melupakan salah satu sumbangan besar peninggalan Romawi Kuno adalah simbol-simbol angka Romawi yang masih kita gunakan sampai sekarang ini. Betul-betul ilmu pengetahuan yang hebat. Pantas di dalam alquran pun disinggung tentang kehebatan Romawi zaman dulu. Bahkan diabadikan menjadi nama dalam satu surat-surat alquran, Ar-Ruum.

Berbatasan dekat sekali dengan kota Roma adalah negara Istimewa, Vatikan. Negara yang berada di dalam negara. Kata Asraruddin Salam – Diplomat Konsuler KBRI di Roma. Hanya dibatasi dengan tembok dan dijaga ketat oleh tentara yang berdiri kekar di setiap pintu masuk Vatikan. Di sinilah terletak Pusat Gereja Katolik, Basilica.

Di kawasan ini juga berdiri sebuah tugu yang ditulis dengan angka Romawi, MDLXXXVI, yang menjelaskan bahwa tugu tersebut dibangun pada tahun 1526 M.
Hanya sekedar mengingatkan pengetahuan tentang cara menghitung angka romawi, bila di depan angkanya lebih besar maka menunjukkan ditambah. Bil angka di depannya lebih kecil, maka dikurang. Angka  dasarnya adalah I = 1, II = 2, III = 3, IV = 4, V = 5, VI = 6, VII = 7, VIII = 8, IX = 9, X = 10. Inilah salah satunya ilmu hebat peninggalan Romawi.

Ada  lagi simbol-simbol angka penting yang disimbolkan dengan huruf. L = 50, C = 100, D = 500, M = 1000.

Semoga kita menjadi orang yang bijaksana dalam menghormati sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Pahlawan adalah bagian dari sejarah itu.

#Tidim #smaypk #bontang #ldnu #cordofa

File Pendukung:
SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang SMA Yayasan Pupuk Kaltim, sejak 1983 mengemban misi pendidikan bagi putra-putri karyawan PT. Pupuk Kaltim dan masyarakat Bontang dan sekitarnya, menerapkan sekolah serius untuk sebuah pembelajaran yang optimal, sehingga menjadikan sekolah ini Homebase-nya para juara dan menjadi The gateway to prominent universities dalam mengantar alumninya untuk studi lanjut.
© 2017 SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang Follow SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang : Facebook Twitter Linked Youtube