header-int

Ketenangan itu Nikmat

Share
Posted : 15 Jun 2017
Nama Penulis:
H. Khumaini Rosyadi, S.Q., M.Pd.I Catatan perjalanan dakwah Guru PAI SMA YPK di Roma Italia 2017
Isi Artikel:

Nikmat yang Allah berikan kepada Hamba-Hambanya itu beraneka ragam. Ada yang berupa materi juga ada yang immateri. Cuma bedanya kalau materi bisa saja habis sesuai dengan kuantitasnya. Kalau immateri bisa jadi itu lebih mahal dari segalanya. Dan tidak bisa dihargai dengan setumpuk harta.

Ko bisa ya??? Setiap berpergian ke suatu tempat selalu saja bertemu dengan orang-orang yang mirip dengan orang yang pernah kita kenal. Bukan sekali dua kali. Tetapi hampir setiap kali ke mana saja, baik di dalam negeri atau di luar negeri selalu begitu. Entah ini suatu kebetulan atau memang Allah memberikan kejadian seperti itu agar kita selalu merasa dekat seperti saudara atau teman sendiri, sehingga diri ini merasa tidak asing di tempat yang jauh dari keluarga.

Memang tidak persis plek seperti orang yang kita kenal di lingkungan asal, tetapi paling tidak ada kedekatan emosi seakan sudah pernah kenal dekat dengan orang tersebut. Sekarang saya di Roma – Italia, ada tiga orang yang wajahnya seakan-akan pernah saya kenal sebelumnya. Ada yang mirip dengan tetangga saya, ada yang mirip dengan teman saya, bahkan ada yang mirip dengan adik ipar saya. Subhanallah. Hati ini jadi merasa tenang, tidak merasa di negeri jauh. Serasa di negeri sendiri.

Dan yang tidak bisa dielakkan adalah hubungan temannya teman. Itu pasti selalu ada. Ketika saya di Belanda tahun lalu, adasaja temannya teman yang sudah 20 tahun lebih tinggal dan menetap di Belanda, namanya Eko, tinggal di endhoven, sampai dia menitipkan oleh-oleh khusus untuk teman saya pak sucipto. Sekarang di Italia, ada juga temannya teman yang sudah leih 30 tahun bahkan suaminya sudah 42 tahun tinggal di Roma – Italia. Namanya bu Farida, teman smp nya teman saya bu winahyu. Dan suaminya bu farida itu termasuk staff KBRI di Roma yang sudah 42 tahun menjejakkan kakinya di Roma.

Mungkin ini suatu kebetulan. Tapi hikmah yang saya petik adalah Allah memberikan ketenangan kepada saya melalui orang-orang ini, sehingga saya tidak merasa terasing di negeri yang penuh peradaban kuno ini.

Roma – Italia, 30 Mei 2017

by. KH. Khumani Rosadi

Guru Agama Islam SMA YPK Bontang

File Pendukung:
SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang SMA Yayasan Pupuk Kaltim, sejak 1983 mengemban misi pendidikan bagi putra-putri karyawan PT. Pupuk Kaltim dan masyarakat Bontang dan sekitarnya, menerapkan sekolah serius untuk sebuah pembelajaran yang optimal, sehingga menjadikan sekolah ini Homebase-nya para juara dan menjadi The gateway to prominent universities dalam mengantar alumninya untuk studi lanjut.
© 2017 SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang Follow SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang : Facebook Twitter Linked Youtube