header-int

MEMBORONG OLEH-OLEH DI PASAR MALAM HONGKONG

Share
Posted : 30 Mei 2018
Nama Penulis:
H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I )*
Isi Artikel:

Jangan lupa beli oleh-oleh ya! Minta tempelan kulkas dong, yang ada tulisan Hongkong, saya mau koleksi tempelan kulkas dari luar negeri, yang Belanda dan Italia sudah punya. Ungkap Ismiarni, salah satu teman saya di SMA YPK Bontang Kalimantan Timur. Nitip gantungan kuncinya yah, yang khas Hongkong. Kata-kata itu juga pasti selalu ada di setiap komentar postingan facebook, whatsapp, line, atau secara langsung diucapkan setelah tahu bahwa saya akan bertugas selama Ramadhan ke Hongkong.

Oleh-oleh atau buah tangan adalah tanda mata untuk diberikan kepada teman agar turut mendapatkan cipratan kebahagiaan dari jalan-jalan temannya. Hukum membawa oleh-oleh tidak wajib sih, tetapi lebih baik membawa meskipun hanya sebatas tempelan kulkas saja. Tidak harus mahal. Tidak harus besar. Yang murah-murah saja, atau yang lucu-lucu. Oleh-oleh ini juga merupakan bentuk perhatian kepada teman karena sudah turut mendoakan agar perjalanannya lancar dan bisa memberikan manfaat.

Pedagangnya rata-rata bisa sedikit-sedikit berbahasa Indonesia. Setiap transaksi pedagang menunjukkan harga dengan kalkulator. Tawar menawar pun dilakukan dengan menunjukkan angka jadi di kalkulator. Barang-barang yang dijual pun bermacam-macam. Dari mulai asesoris HP sampai asesoris mobil, pernak-pernik perempuan, tas-tas koper, dan pakaian-pakaian.

Malam ini, 24 Mei 2018, saya berjalan-jalan ke Mongkok. Mongkok dikenal dengan ladies market. Ladies Market – Pasarnya Perempuan, karena yang banyak belanja perempuan, meskipun banyak juga laki-laki yang ikut berbelanja. Tidak jauh beda dengan pasar malam yang ada di sudut-sudut kota Jakarta. Sempit, Panas, dan banyak pilihan. Kalau mau beli oleh-oleh murah khas Hongkong, di sinilah tempatnya. Para Buruh Migran Indonesia (BMI) pun kalau mau pulang ke Indonesia, mereka datang ke sini untuk memborong oleh-oleh sebagai tanda mata buat orang-orang yang tersayang.

Mongkok, terletak di Tung Choi Street. Di sinilah tempat belanja murah-murah dan bisa tawar menawar di Kota Hongkong. Kalau jago menawar, maka akan mendapatkan barang bagus dengan harga terjangkau. Saya contohnya. Ketika melihat bandrol harga tempelan kulkas 5 pcs seharga $25 DHK/Dollar Hongkong. Setelah terjadi tawar menawar harga, jadilah 5 pcs itu seharga $17 DHK. Akhirnya saya membeli 65 pcs tempelan kulkas itu seharga $200 DHK.

Saya pergi ke sana tidak sendirian, karena saya ditemani oleh teman, dai Ambassador 2018 yang bertugas di Hongkong, zulfirman dan eva Muzlipah. Begitu juga ditemani juga oleh Qomariah – BMI asal Madiun yang akan pulang ke Indonesia dan tidak kembali lagi ke Hongkong, ingin fokus mengurus keluarga di rumah. Perjalanan ke Tung Choi ditempuh dengan transportasi MTR (mass Transit Railway) atau kereta cepat bawah tanah. Dari causeway Bay naik MTR menuju Admiralty, lanjut lagi menuju Mongkok atau ladies Market.

Ongkos naik MRT menuju ke sana pun terbilang murah, sekitar $2,3 DHK. Seperti naik busway di Jakarta, selama belum keluar, masih di dalam batasan area masuk, tidak ada beaya tambahan.

Dengan membawa oleh-oleh dari setiap kepergian, maka akan menjadi pengikat keakraban dengan teman-teman. Tetapi dengan membawanya oleh-oleh ini jangan sampai menimbulkan kesombongan apalagi sampai penghinaan kepada teman.

Sebagaimana makna silaturahmi yang berasal dari kata silatun yang berarti mengumpulkan, dan rahmun yang berarti bingkisan. Maka ketika kita mau bersilaturahmi kepada teman setelah berpergiaan yang menyenangkan, maka datangilah dengan bingkisan, oleh-oleh.

)* Corps Dai Ambassador Dompet Dhuafa (CORDOFA), Tim Inti Dai Internasional dan Multimedia (TIDIM) LDNU, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STITSYAM) Bontang, Guru SMA YPK Bontang, Imam Besar Masjid Agung Al-Hijrah Kota Bontang, Penulis Buku: Fathul Khoir – Memahami Tajwid dengan 300 bait Syair, Perjalanan Dakwah di Eropa, Al-Ma’shumi – Metode mudah belajar Alquran, Pengantar Mata Kuliah Praktek Keterampilan Ibadah, Fiqih al-Hijrah – Kumpulan Tanya Jawab Fiqih di al-Hijrah.

File Pendukung:
SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang SMA Yayasan Pupuk Kaltim, sejak 1983 mengemban misi pendidikan bagi putra-putri karyawan PT. Pupuk Kaltim dan masyarakat Bontang dan sekitarnya, menerapkan sekolah serius untuk sebuah pembelajaran yang optimal, sehingga menjadikan sekolah ini Homebase-nya para juara dan menjadi The gateway to prominent universities dalam mengantar alumninya untuk studi lanjut.
© 2018 SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang Follow SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang : Facebook Twitter Linked Youtube