header-int

SERATUS MAJELIS TAKLIM RAMAIKAN PENGAJIAN DI HONGKONG

Share
Posted : 30 Mei 2018
Nama Penulis:
H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I )*
Isi Artikel:

Membayangkan Hongkong, mungkin yang ada di lintas benak kita adalah film kungfu. Teringat akan aktor kungfu yang hebat seperti: Bruce Lee, Sammo Hung, Donny Yen, Andi Law, Jacky Chan, Chow Yung Fat, Jet lee, dan aktor-aktor laga kungfu lainnya yang menjadi favorit kita masing-masing. Kita mengira bahwa di Hongkong isinya hanya perguruan kungfu dan tempat bermain judi, seperti judul film drama komedi Hongkong “God Of Gamblers”. Ternyata bisa jadi, semua sangka dan kira kita itu jauh dari apa yang kita bayangkan.

Jangan salah sangka dulu, setelah saya amati, ternyata Hongkong itu kotanya majlis taklim. Apalagi di bulan Ramadhan ini. Ada seratus lebih majelis taklim yang turun ke jalan guna meramaikan karnaval sambut Ramadhan. Ungkap Ibu Maya – Seorang Volunteer atau sukarelawati Dompet Dhuafa asal Pekalongan Jawa Tengah yang sudah 18 tahun tinggal di Hongkong. Berjumlah sampai 2.500 –an BMI yang didominasi oleh kaum perempuan berjalan kaki dengan spanduk masing-masing majlis taklim di pusat keramaian Hongkong dan dikawal oleh 50 lebih polisi Hongkong. Setiap majlis taklim mengirimkan anggota pengajiannya maksimal tiga puluh orang. Ungkap Ibu Yayuk – Ketua Forum Majelis Taklim Yuen Long.

Makanya istilah BMI yang biasa dipanjangkan menjadi Buruh Migran Indonesia, menurut orang-orang pada umumnya, istilah kepanjangan itu jadi berbeda dengan istilahnya anggota majelis taklim di Hongkong, mereka lebih suka memanjangkan istilah BMI menjadi Berusaha Mempertahankan Iman. Ungkap Ibu maya. Karena aslinya susah sekali menjaga iman di sini jika tidak disibukkan dengan aktif mengikuti pengajian. Pengaruh ikut-ikutan kebarat-baratan sangat besar. Karena jika libur bekerja, banyak sekali BMI yang menghabiskan waktunya di pinggir jalan, berteduh di bawah jembatan, tidur-tiduran menikmati keramaian.

Namun, banyak juga BMI justeru tambah bisa semangat untuk belajar agama setelah sampai di Hongkong. Waktu ke Hongkong belum bisa ngaji, ternyata di Hongkong malah bisa belajar ngaji. Waktu ke Hongkong belum berjilbab, setelah gabung dengan majelis taklim jadi berjilbab. Alhamdulillah. Mungkin  kalau di Indonesia belum tentu bisa belajar ngaji, karena malu sama teman atau sudah merasa dewasa, koq masih belum bisa ngaji, akhirnya malu belajar ngaji. Mungkin kalau di Indonesia belum berhijab menutup aurat, karena takut dibilang sudah insaf atau malu mau memulainya, ketika aktif  pengajian di Hongkong, akhirnya menjadi terbiasa mengenakan hijab menutup auratnya. Subhanallah.

Memang, belum tentu yang kita sangka baik itu baik. Bisa jadi kenyataannya itu tidak baik. Belum tentu juga yang kita sangka buruk itu buruk. Bisa jadi faktanya itu justeru baik. Begitu juga dengan BMI atau Pahlawan Devisa kita. Belum tentu menjadi BMI di Hongkong itu buruk, bisa jadi setelah menjadi BMI di Hongkong Ibadahnya, akhlaknya, dan sifatnya menjadi lebih baik. Sebagaimana cerita Ibu yayuk –  yang sudah 4 tahun menjadi BMI, asal Blitar Jawa Timur, yang merasakan dirinya menjadi lebih baik dan lebih sholihah ketika menjadi BMI di Hongkong.

Tetapi bagaimanapun juga, hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan air di negeri sendiri. Sehijau-hijaunya rumput tetangga, masih lebih hijau rumput sendiri. Menjadi BMI tetap harus cinta tanah air. Bila sudah merasa cukup, tetap harus balik ke Indonesia, berkumpul bergembira bersama keluarga. Semoga itu akan menajdi lebih baik.

)* Corps Dai Ambassador Dompet Dhuafa (CORDOFA), Tim Inti Dai Internasional dan Multimedia (TIDIM) LDNU, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STITSYAM) Bontang, Guru SMA YPK Bontang, Imam Besar Masjid Agung Al-Hijrah Kota Bontang, Penulis Buku: Fathul Khoir – Memahami Tajwid dengan 300 bait Syair, Perjalanan Dakwah di Eropa, Al-Ma’shumi – Metode mudah belajar Alquran, Pengantar Mata Kuliah Praktek Keterampilan Ibadah, Fiqih al-Hijrah – Kumpulan Tanya Jawab Fiqih di al-Hijrah.

File Pendukung:
SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang SMA Yayasan Pupuk Kaltim, sejak 1983 mengemban misi pendidikan bagi putra-putri karyawan PT. Pupuk Kaltim dan masyarakat Bontang dan sekitarnya, menerapkan sekolah serius untuk sebuah pembelajaran yang optimal, sehingga menjadikan sekolah ini Homebase-nya para juara dan menjadi The gateway to prominent universities dalam mengantar alumninya untuk studi lanjut.
© 2018 SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang Follow SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang : Facebook Twitter Linked Youtube