header-int

Zakat dari Roma untuk Indonesia

Share
Posted : 15 Jun 2017
Nama Penulis:
H. Khumaini Rosyadi, S.Q., M.Pd.I Catatan perjalanan dakwah Guru PAI SMA YPK di Roma Italia 2017
Isi Artikel:

Tujuh euro per kepala besaran zakat fitrah di kota Roma. Jika dirupiahkan dengan kurs rupiah saat ini yang berkisar Rp 15.500, maka setara dengan Rp 108.500, besaran ini terasa masih kecil, karena harga hidup di Roma terbilang tinggi. Untuk sekali makan dan minum mungkin bisa mencapai 12 euro. Itu pun sudah harga yang paling rendah untuk makan di luar rumah. Jika masyarakat Indonesia di sini mau irit dan memiliki tabungan yang agak bengkak, maka harus pandai-pandai menyiasatinya, yaitu dengan memilih masak sendiri di rumah. Supaya nanti kalau pulang kampung ke Indonesia, bisa bawa oleh-oleh yang banyak untuk bagi-bagi rezeki anak soleh.

Tetapi ada cara yang paling irit di bulan Ramadan ini,tapi cara ini bukan untuk ditiru apalagi menjadi kebiasaan. Cara hemat bagi mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Roma ini, yaitu memburu takjil di masjid. “Setiap hari saya ke sini ustaz,” Ungkap Anas, mahasiswa S2 asal Surabaya jurusan teknik mesin yang mendapatkan beasiswa dari LPDP di Indonesia. Anas menyebutkan angka beasiswa yang diraihnya sampai selesai studi jumlahnya sekitar dua miliar Rupiah, yang pembayarannya ditransfer setiap satu semester. Anas menceritakan, bahwa ia dan teman-temannya setiap hari mengikuti takjil Ifthor, Karena di masjid ini disediakan hidangan berbuka lengkap dengan minum dan buahnya. Asal selera saja dengan menu makanannya, yang biasanya adalah masakan ala bangladesh, maroko, dan turki.

Masyarakat Muslim Indonesia yang ada di Roma semakin semangat memberikan zakat infaq dan sedekahnya setelah mendapatkan penjelasan tentang hukum zakat dan manfaatnya dari Ustadz Khumaini Rosadi, Dai Ambassador yang bertugas selama Ramadan di Italia.

“Baru tahun ini kami membayar zakat melalui dompet dhuafa, kami jadi dimudahkan, tidak seperti tahun lalu, agak repot untuk mengirimkannya ke Indonesia,” ungkap Bapak Imam salah satu lokal staff KBRI Roma yang juga ikut membayarkan zakat fitrah atas namanya dan keluarganya. “Biasanya tahun-tahun yang lalu kami membayarkannya ke masjid di Roma atau mengirimkannya ke Indonesia dengan transfer ke kerabatnya untuk dibagikan kepada tetangga-tetangga di kampung,” kata dia

Setiap hari ada selalu jamaah yang membayarkan zakatnya melalui saya sebagai duta dompet dhuafa, dan akan didistribusikan oleh dompet dhuafa di Indonesia kepada mustahik yang berhak menerimanya. Dan jumlah zakat fitrah yang harus didistribusikan kepada mustahiknya sebelum khotib naik ke atas mimbar, akan ditalangi dahulu oleh dompet dhuafa dengan kurs rupiah. Setelah saya mengabarkan jumlah zakat yang diterima dan harus disalurkan kepada mustahiknya.

Begitu terasa manfaat zakatnya untuk Indonesia. Zakat dari Roma untuk Mustahik di Indonesia. Semoga diberikan balasan yang berlipat ganda dan diberkahkan hartanya. (***)

TENTANG PENULIS

H Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I

Dai Ambassador Cordofa 2017

Tidim LDNU

Penulis Buku:

-          Amroden Belbre; Perjalanan Dakwah 45 hari di Eropa

-          Fathul Khoir; Metode Mudah Memahami Ilmu Tajwid

File Pendukung:
SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang SMA Yayasan Pupuk Kaltim, sejak 1983 mengemban misi pendidikan bagi putra-putri karyawan PT. Pupuk Kaltim dan masyarakat Bontang dan sekitarnya, menerapkan sekolah serius untuk sebuah pembelajaran yang optimal, sehingga menjadikan sekolah ini Homebase-nya para juara dan menjadi The gateway to prominent universities dalam mengantar alumninya untuk studi lanjut.
© 2017 SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang Follow SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang : Facebook Twitter Linked Youtube