header-int

Zikir Berjemaah Tentramkan Muslim di Roma

Share
Posted : 20 Jun 2017
Nama Penulis:
H. Khumaini Rosyadi, M.Pd.I Catatan perjalanan dakwah guru PAI SMA YPK di Roma Italia 2017
Isi Artikel:

Sebagai muslim, hidup di dalam negara minoritas memang butuh emosional spiritual yang kuat. Salah-salah, bisa terbawa arus pergaulan ala eropa yang terkadang ada saja  yang dilarang oleh aturan agama. Seperti contohnya bermesraan di taman atau tempat terbuka dianggap biasa. Sebagaimana yang pernah saya saksikan sendiri di taman Villa Bhorghese, Roma.

“Untuk spiritual, Bisa mengaji Iqro sampai khatam saja, sudah bersyukur alhamdulillah ustadz, apalagi sampai bisa membaca alquran lancar dan menghafalkannya. Itu sih udah hebat banget,” ungkap siti Rahayu, salah seorang Home Staff KBRI Roma asli Betawi, PNS Kementrian Luar Negeri yang sebelumnya pernah bertugas di Melbourne, Australia.

Yang dibutuhkan oleh Muslim Indonesia di Roma ini adalah nasihat-nasihat keagamaan yang menentramkan. Menyejukkan hati, mencerahkan, dan menyentuh pelan-pelan. Bukan nasihat yang membuat resah, menyinggung masalah politik antar negara, yang boleh jadi, Ustadz-nya sendiri belum pernah berkunjung ke negara tersebut, dan akhirnya nasihat yang disampaikannya tidak menyentuh kepada Jamaah yang mayoritas adalah Diplomat yang telah bertugas di berbagai negara. Ungkap Adnan, salah seorang staff KBRI di Roma. Adnan menambahkan, berilah nasihat-nasihat yang menyejukkan dan sederhana. Jangan yang berat-berat, yang dasar saja dan meringankan.

Alhamdulillah, sudah dua minggu saya menjalankan tugas sebagai dai ambassador di Italia. Masih dari Roma saya menyampaikan tentang perlunya pengajian alquran teruntuk khususnya keluarga staff KBRI dan umumnya untuk masyarakat muslim di Roma. Selama dua minggu ini, saya mengamati dan mempelajari keadaan dan kebiasaan keagamaan di sini, ternyata masalahnya adalah, masih kurangnya tenaga pengajar Alquran. Kasihan anak-anak yang tadinya sudah pernah bisa membaca Alquran di Indonesia, sesampainya di Roma karena ikut orang tua, lama-kelamaan lupa. Paling tidak, ada guru pembimbing agar mereka bisa menjaga kemampuan membacanya, syukur-syukur bisa melancarkan dan menghafalkannya.

Memang sekarang sudah ada pengajian di masjid Roma setiap pekan, yang dipandu oleh Ustadz Adnan, tetapi masih belum bisa menutupi kebutuhan keagamaan muslim Indonesia. Harus ada tambahan guru yang bersedia ditempatkan di sini untuk membimbing keagamaan dan mengajarkan bacaan alquran. Karena dengan agama insyaallah akan tentram. Dengan bacaan Alquran akan tenang.

Setiap bakda salat, sebelum mengisi kajian, saya biasakan untuk membaca zikir bersama-sama. Semua membaca dengan suara yang lantang. Terdengar sekali keasyikkan membaca kalimat-kalimat dzikir tersebut. Memperbanyak istighfar, membaca tasbih, tahmid, takbir sebanyak 33 kali diakhiri dengan Hauqolah. Dilengkapi dengan doa-doa yang memohonkan keberkahan dan kebaikan dunia akhirat. Bersama-sama jamaah mengaminkan. Terasa damai sekali. Indah menyenangkan. Sepertinya inilah waktu yang paling berharga untuk menentramkan hati setelah disibukkan dengan pekerjaan yang menyita waktu.

Dzikir bersama seperti inilah yang dibutuhkan di tengah minoritas, yang tidak pernah terdengar alunan murottal Alquran. Bukan hanya sebagai bacaan yang menetramkan, tetapi ini juga sebagai bentuk pendidikan dan pengajaran kepada anak-anak tentang doa-doa harian yang mereka hafalkan. Salah satunya adalah doa untuk orangtua. Allahummaghfilii waliwalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii sghiiroo.

Dai Ambassador Cordofa 2017, Tidim LDNU, Guru PAI SMA YPK Bontang. Penulis Buku:  Amroden Belbre; Perjalanan Dakwah 45 hari di Eropa Fathul Khoir; Metode Mudah Memahami Ilmu Tajwid

File Pendukung:
SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang SMA Yayasan Pupuk Kaltim, sejak 1983 mengemban misi pendidikan bagi putra-putri karyawan PT. Pupuk Kaltim dan masyarakat Bontang dan sekitarnya, menerapkan sekolah serius untuk sebuah pembelajaran yang optimal, sehingga menjadikan sekolah ini Homebase-nya para juara dan menjadi The gateway to prominent universities dalam mengantar alumninya untuk studi lanjut.
© 2017 SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang Follow SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang : Facebook Twitter Linked Youtube