header-int

CERITA RAMADHAN BURUH MIGRAN INDONESIA DI HONGKONG

Share
Posted : 30 Mei 2018
Nama Penulis:
H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I )*
Isi Artikel:

Di hari ini, selasa 22 mei 2018 adalah hari libur. Tanggal merahnya Negara Hongkong. Pantas saja, ribuan turis lokal dan beda Negara memenuhi antrean di terminal bus bertingkat dua dan stasiun MTR atau Mass Transit Railway – kereta cepat di Hongkong. Banyak lalulalang turis yang berpergian, mengunjungi tempat-tempat hiburan di Hongkong, seperti: Disney Land, Ocean Park, The Peak, madame Tussaud, dan lain-lain.

Saya pun berkesempatan mampir dulu ke Disney Land Hongkong, sebelum melaksanakan tugas mengisi pengajian di Yuen Long, meskipun hanya di luar saja. Hanya sekedar mencari spot foto-foto dan membuat vlog ceramah singkat di depan icon mickey mouse. Mengapa saya tidak masuk ke dalam Disney Land langsung? Jawabnya, karena harga tiket masuk ke dalam Disney Land mencapai kisaran 600 DHK, atau jika dirupiahkan sekitar Rp. 1.080.675. lumayan mahal.

Padahal, cuaca di Hongkong sekarang ini Panas sekali. Cuaca hari ini membuat pakaian basah berkeringat. Panasnya mencapai 35 derajat celcius. Apalagi musim panas kali ini bertepatan dengan musim berpuasanya umat muslim, bulan Ramadhan.

Terlihat banyak BMI (Buruh Migran Indonesia) yang didominasi kaum perempuan, di bulan Ramadhan ini, berpuasa dan menggunakan waktunya untuk meningkatkan ibadah sampai menunggu buka puasa. Sambil menunggu waktu berbuka puasa – istilahnya ngabuburit – ada yang menyempatkan keliling kota Hongkong, meskipun hanya sekedar berjalan-jalan di sekitar Victoria park sampai Wanchai. Ada apa di wanchai? karena di sana ada menu takjil gratis yang disediakan oleh Jamaah dan pengurus Masjid Ammar - Kowloon. Sementara sebagian BMI lainnya, ada yang menggunakan space-space kosong untuk mengadakan pengajian, seperti di halaman parkir, di bawah-bawah tangga, di taman-taman, dan lain-lain.

Ada sekitar 170 ribu Buruh migran Indonesia di Hongkong, ungkap Muhammad Ilham – General Manajer Dompet Dhuafa cabang Hongkong. Jumlah yang begitu besar ini, tentunya menimbulkan bermacam-macam masalah dan cerita. Banyak cerita mereka dalam menjalankan puasa Ramadhan ini. Berbeda-beda.  Salah satunya, cerita Ibu Rusmini. BMI asal malang yang sudah delapan tahun bekerja di Hongkong, tetap dalam satu majikan, tidak pindah-pindah karena sudah cocok dengan majikan dan majikan senang dengan cara bekerjanya yang baik. Tetapi sebentar lagi ibu rusmini akan boyong (pulang tidak kembali lagi) mengatakan: “bersyukur menjadi BMI, karena di sini lah saya bisa belajar dan menambah ilmu agama”.

Banyak lagi cerita yang sangat menarik untuk disimak dan menjadi pelajaran. Ada  yang majikannya khawatir kalau berpuasa akan sakit. Ada yang majikannya bahkan sampai khawatir meninggal jika asisten rumah tangganya berpuasa. Pada dasarnya, kekhawatiran itu adalah bentuk perhatian dan sayang dari majikan. Ada juga yang memberikan kebebasan pulang larut malam untuk tarawih bersama, ada yang minta bukti foto kegiatan, ada juga yang penting jam 23.00 sudah pulang. Ada juga majikan yang memasrahkan anaknya mau dibawa ke pengajian tidak apa-apa, karena melihat anaknya semakin berakhlak baik setelah ikut pengajian, sampai anaknya hafal alfatihah dan doa-doa yaumiyah, senang sekali melihatnya. Tapi  ada juga cerita pahit, yang baru berapa bulan, akhirnya mereka tidak betah, dan akhirnya pindah majikan bahkan kabur dar majikan.

Di sinilah dibutuhkan pencerahan untuk buruh migran dari para Ustadz dan Ustadzah. Pencerahan yang membuat mereka semangat dan tabah dalam bekerja dan beribadah. Ustadz yang mengarahkan dan membimbing agar mereka istiqomah dan tetap menjalankan kewajiban dengan baik.

)* Corps Dai Ambassador Dompet Dhuafa (CORDOFA), Tim Inti Dai Internasional dan Multimedia (TIDIM) LDNU, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STITSYAM) Bontang, Guru SMA YPK Bontang, Imam Besar Masjid Agung Al-Hijrah Kota Bontang, Penulis Buku: Fathul Khoir – Memahami Tajwid dengan 300 bait Syair, Perjalanan Dakwah di Eropa, Al-Ma’shumi – Metode mudah belajar Alquran, Pengantar Mata Kuliah Praktek Keterampilan Ibadah, Fiqih al-Hijrah – Kumpulan Tanya Jawab Fiqih di al-Hijrah.

File Pendukung:
SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang SMA Yayasan Pupuk Kaltim, sejak 1983 mengemban misi pendidikan bagi putra-putri karyawan PT. Pupuk Kaltim dan masyarakat Bontang dan sekitarnya, menerapkan sekolah serius untuk sebuah pembelajaran yang optimal, sehingga menjadikan sekolah ini Homebase-nya para juara dan menjadi The gateway to prominent universities dalam mengantar alumninya untuk studi lanjut.
© 2018 SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang Follow SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang : Facebook Twitter Linked Youtube