header-int

Membangun Insan Pendidik YPK Berkualitas di era Revolusi Industri 4.0

Share
Posted : 27 Feb 2019
Nama Penulis:
Oktavian Hendra, M.Pd (Guru Sejarah SMA YPK); Artikel ini meraih Juara 1 pada lomba penulisan artikel HUT YPK ke-36 tahun 2019
Isi Artikel:

Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar untuk mengembangkan potensi manusia agar menjadi lebih nyata dan bernilai dalam kehidupan. Definisi pendidikan sangatlah luas. Hal tersebut mencakup proses aktivasi pengetahuan, keterampilan menggunakan ide atau media, maupun berbagai kebiasaan positif yang dapat diturunkan ke generasi selanjutnya. Selain itu, pendidikan juga berkaitan dengan moral, etika, dan nilai-nilai kehidupan.

Bukti sejarah menyatakan, dunia pendidikan mulai menjadi sorotan sekira tahun 300-an SM. Filsafat mengenai konsep pendidikan mulai berkembang pada tahun-tahun tersebut pada masa Hellenisme. Hellenisme dimengerti sebagai suatu paham bagi orang-orang di belahan dunia untuk menjadikan Yunani sebagai rujukan dalam berkepribadian. Alasan tersebut dipengaruhi atas kehadiran filusuf besar Aristoteles yang mampu memberi angin segar intelektualitas dan praktek pola berpikir yang logis.

Indonesia sebagai negara besar di kawasan Asia Pasifik, memiliki dunia pendidikan yang dinamis. Historiografi pendidikan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari unsur-unsur luar seperti budaya Hindu-Budha, unsur budaya Islam, serta pengaruh kolonialisme Barat maupun pendudukan Jepang. Begawan pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, mencoba meletakkan dasar-dasar dan pola pendidikan yang sesuai, serta merumuskan filsafat pendidikan Indonesia yang khas. Ki Hadjar tetap mengambil sisi positif pendidikan Barat dengan tidak meninggalkan unsur kearifan lokal yang berasaskan nilai ke-Timur-an.

“Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”, merupakan implementasi pendidikan budi pekerti luhur beraroma Indonesia dengan wujud Taman Siswa. Landasan yang dibangun oleh Ki Hadjar mampu membawa arah baru pendidikan Indonesia. Kelak di kemudian hari, pondasi tersebut diramu kembali oleh para penggiat pendidikan dengan berbagai penyesuaian zaman.

Lalu bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia saat ini? Wajah pendidikan Indonesia saat ini setidaknya dipengaruhi oleh tiga aspek. Pertama, sistem manajemen pendidikan yang diregulasi oleh para stakeholder. Kedua, kualitas tenaga pendidikan dan sarana prasarana yang digunakan. Ketiga, karakteristik peserta didik di berbagai daerah. Menurut laporan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang dirilis oleh UNDP (United Nations Development Programme), pada tahun 2016 Indonesia berada di urutan 113 dari 188 negara. Sedangkan menurut PISA (Programme For International Student Assessment) performa peserta didik Indonesia berada di rangking 62 dari 70 negara.

Problem belum optimalnya pendidikan di Indonesia bagaikan mengurai benang kusut. Masalah yang ada, tidak cukup dijawab dengan cara pergantian menteri pendidikan atau kurikulum semata. Jaminan atas kualitas pendidikan, hanya bisa dijawab oleh keberadaan guru yang berkualitas pula. Tanpa perbaikan kualitas guru, maka kualitas pendidikan di Indonesia akan tetap jalan di tempat. Indikator performa guru di Indonesia bisa dilihat dari penilaian UKG (Uji Kompetensi Guru). Nilai rata-rata UKG Nasional tahun 2015 hanya berkisar 53,02 dari target pemerintah di angka 55. Ironisnya, data UNESCO dalam Global Education Monitoring tahun 2016 menunjukkan pendidikan Indonesia hanya menempati posisi ke-10 dari 14 negara berkembang. Sedangkan komponen inti pendidikan yaitu guru, menempati urutan terakhir dari 14 negara berkembang di dunia.

Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) Bontang hadir sebagai bagian dari kepedulian di bidang pendidikan. Kepedulian tersebut dibuktikan dengan kiprahnya di ranah edukasi lebih dari tiga dasawarsa. Banyak alumni yang dihasilkan serta berprestasi di kancah nasional. Berbagai profesi seperti dokter, dosen, birokrat, teknokrat, maupun para pengusaha terlahir berkat kontribusinya. Semua itu juga tidak terlepas dari tangan-tangan dingin tenaga pendidikan yang ada.

Agar prestasi pendidikan di lingkungan YPK Bontang dari tahun ke tahun tetap terjaga, evaluasi mengenai cara membangun kualitas pendidik mutlak diperlukan. Oleh karena itu, perlu adanya pemetaan hal-hal mendasar oleh sistem manajemen YPK Bontang agar diperoleh sosok-sosok guru yang handal, berkualitas dan membanggakan.

Pertama, kualifikasi guru di lingkungan YPK perlu ditingkatkan. Tidak sekedar sesuai dengan latar belakang sarjana pendidikannnya, akan tetapi sejalan dengan meningkatkan kualifikasi guru itu sendiri. Keilmuan guru mengenai bidang studi tertentu tidak cukup berhenti sampai di level sarjana. Akan tetapi, perlu dilanjutkan ke jenjang Pascasarjana untuk memperoleh standar kualitas pendidik yang diharapkan. Selain itu, kualifikasi guru yang sesuai standar akan berdampak positif pada penilaian satuan (unit) pendidikan yang bersangkutan.

Kedua, Quality Control dari pihak manajemen perlu dilaksanakan. Setiap unit pendidikan di Yayasan Pupuk Kaltim secara berkala perlu diadakan “supervisi internal” sebagai bagian dari program pendisiplinan dan peningkatan kualitas pendidikan yang ada. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan, atau setidaknya mempertahankan kualitas guru agar selalu terjaga.

Ketiga, manajemen hendaknya mendorong secara penuh para insan guru di lingkungan YPK untuk melaksanakan publikasi ilmiah (karya tulis) dan mengikuti ajang lomba (olimpiade). Untuk mendapatkan guru yang profesional, kompetensi pengetahuan guru tidak harus berhenti di tataran mengajar siswa saja. Akan tetapi mampu bersuara lebih di ajang perlombaan ilmiah. Sehingga guru dianggap produktif apabila ia berprestasi dan sibuk menghasilkan karya.

Keempat, manajemen hendaknya memfasilitasi berbagai jenis pelatihan (workshop) pendidikan untuk menunjang kualitas pendidik dan karyawan YPK. Di era Revolusi Industri 4.0 ini, pengetahuan akan sistem informasi, komputasi, teknologi virtual maupun multimedia bukan hanya milik guru bidang studi TI semata. Namun, guru bidang studi lain perlu memiliki dasar-dasar pengetahuan tersebut. Hal ini dirasa perlu sebagai bekal materi pengajaran  yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Kelima, peningkatan kesejahteraan guru YPK maupun karyawan perlu diperhatikan. Jika para guru dan karyawan mendapat jaminan masa depan yang menjanjikan, konsentrasi mereka tidak akan terpecah ke hal-hal yang mengkhawatirkan. Mereka akan fokus bekerja sebagai guru yang profesional, loyal terhadap atasan, serta berdedikasi tinggi dengan semboyan YPK SAMPAI MATI.

Keenam, penghargaan atas prestasi guru. Guru juga dapat dianalogikan seperti olahragawan. Kebanggaan tertinggi bagi seorang atlit adalah kemenangan dan prestasi gemilang di ajang kompetisi. Maka dari itu, guru yang berprestasi perlu mendapat apresiasi. Reward merupakan stimulus yang efektif untuk memicu dan memacu prestasi-prestasi selanjutnya.

Ketujuh, program regenerasi pada guru muda. Stigma mengenai guru enerjik selalu disandingkan pada guru muda yang relatif masih segar. Para guru muda biasanya masih minim pengalaman dan haus akan wawasan. Keberadaan guru senior hendaknya dimanfaatkan untuk mendorong dan melibatkan guru muda dalam menghandle berbagai kegiatan. Alternatif lain yang bisa dilakukan adalah dengan penempatan posisi jabatan secara bergantian dengan model pengawasan. Cara ini melatih guru muda untuk mengenal jobdesk suatu posisi, bertanggungjawab atas kewajibannya,  dan mampu “memaksa” diri untuk selalu berinovasi.

Visi pendidikan di masa depan diprediksi akan mengalami revolusi besar sejalan dengan perkembangan IPTEK. Fakta tersebut ditunjukkan dengan keberadaan kelas-kelas belajar berbasis online maupun virtual seperti ruangguru.com, quipper.com, brainly.co.id, dan lain sebagainya. Menurut para ahli, di masa depan beberapa profesi akan tersubstitusi oleh kecerdasan buatan. Siap tidak siap, mau tidak mau, zaman akan berubah. Guru YPK di masa depan harus siap menerima perubahan. Oleh karena itu, guru YPK sebagai insan pendidik yang berkualitas dituntut untuk mulai tanggap, prediktif, dan inovatif terhadap laju perkembangan zaman yang begitu edan.

File Pendukung:
SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang SMA Yayasan Pupuk Kaltim, sejak 1983 mengemban misi pendidikan bagi putra-putri karyawan PT. Pupuk Kaltim dan masyarakat Bontang dan sekitarnya, menerapkan sekolah serius untuk sebuah pembelajaran yang optimal, sehingga menjadikan sekolah ini Homebase-nya para juara dan menjadi The gateway to prominent universities dalam mengantar alumninya untuk studi lanjut.
© 2019 SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang Follow SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang : Facebook Twitter Linked Youtube